Implikasi/Implementasi Perkembangan Teknologi Komunikasi terhadap Peran dan Tugas PR

Peran PR pada dasarnya adalah untuk menciptakan saling pengertian (mutual understanding) dan bertanggung jawab untuk memberikan informasi, mendidik, meyakinkan, meraih simpati dan membangkitkan ketertarikan masyarakat akan sesuatu sehingga membuat masyarakat mengerti dan menerima situasi tersebut. Tugas PR adalah menginformasikan berita atau pesan kepada khalayak luas yang menjadi sasarannya.

Tugas public relation adalah menyampaikan pesan kepada publik agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan bertujuan untuk menciptakan citra positif perusahaan / produk di mata masyarakat. Public relation pada masa-masa sebelumnya, digunakan untuk orasi, diskusi, debat terbuka, kampanye, atau segala sesuatu yang berkaitan dengan propaganda politik. Namun pada perkembangannya, public relation digunakan berbagai perusahaan untuk hubungan dengan masyarakat yang berkaitan pada kegiatan ekonomi seperti kegiatan promosi, pemasangan iklan, kerja sama dengan pihak lain, dsb. Selain itu, public relation juga berguna untuk mengantisipasi konflik yang terjadi pada perusahaan sebagai media penghubung agar komunikasi antarpihak yang berkonflik berjalan dengan baik.

Dengan cepatnya teknologi yang berkembang dengan pesat dan masuk ke masyarakat kita maka pola hidup masyarakatpun berubah. Dari masyarakat agraris berubah menjadi masyarakat industri moderen, dari lamban ke era yang serba cepat, Hal ini membuat kehidupan di zaman globalisasi ini menjadi lebih mudah dan praktis. Teknologi yang berkembang ini dapat membantu berbagai profesi yang ada, termasuk Public Relation. Salah satu contoh teknologi modern yang membantu kegiatan Public relation adalah Mailing List. Maling List adalah sarana diskusi secara elektronic yang berbasis elektronic mail. Cara kerja Mailing List adalah seorang penguguna cukup mengirimkan Email kesatu alamat e-mail yang kemudian disebarkan ke semua e-mail yang tergabung dalam mailing list tersebut. Ini salah satu keunggulan tenologi komunikasi yang dapat menunjang aktivitas Public Relation untuk mempercepat pengiriman data dan berita.

Secara perkembangan sejarah mulai dari  Public Relations (PR) kuno sampai  sekarang munculnya PR modern, maka media yang digunakan terbagi ke dalam tiga bentuk:

  1. Media sangat tradisional/konvensional.
  • Kentongan
  • Bedug
  • Wayang
  • Angklung
  • Seni dan budaya tradisional (reog, tanjidor, lenong, ketuk tilu, gondang, ketoprak, pencak silat, dan lainnya.
  1.  Media Tradisional/konvensional
  • Suratkabar: media massa cetak yang terbit harian dan mingguan.
  • Majalah: media massa cetak: yang terbit mingguan, dwimingguan, bulanan, dua-tiga bulanan.
  • Radio: media massa elektronik, yang mengandalkan pendengaran.
  • Televisi: media massa elektronik, yang mengandalkan penglihatan dan pendengaran.
  1. Media kontemporer/masa kini/terbaru
  • Media massa online: newspaper online, magazine online, digital radio, digital television.
  • Media non-massa online: chating (interpersonal communication), teleconference (group communication), videoconference (group communication).
  • Social media online: face book, twitter, blog.

Beragam alat dan teknologi pada intinya memang dibutuhkan PR agar apa yang mereka buat menjadi lebih efisien dan efektif. Sejak awal tahun 1990, ketika PR menjadi bidang yang profesional, press releases, press kit ataupun pitc letter menjadi alat yang dominan digunakan praktisi PR. Saat ini, perkembangan teknologi membuat munculnya alat PR baru seperti video, audio dan komunikasi komputer. Alat-alat hasil perkembangan teknologi ini mampu menjangkau khalayak sangat luas dimana dahulu itu dianggap mustahil. Ada beberapa perkembangan teknologi pada dunia PR, diantaranya munculnya teknologi baru seperti di bidang press releases seperti munculnya video news releases (VNR), webcast, dan satelit media tours (SMT).

Adanya internet membuat kerja praktisi PR masa kini mengalami perubahan yang sangat luar biasa.  Berkat kemajuan Teknologi dan Informasi, praktis Public Relation dapat menerima atau mengirimkan informasi lebih cepat dan mendapatkan instant response time ditingkat Lokal mapun International. Salah satunya penggunaan social media misal: Facebook, Twitter, Blog, Youtube dan forum lainnya mau tak mau memaksa para perusahaan lebih giat meningkatkan model dan cara lain dalam berkomunikasi. Sehingga perangkat Social media ini adalah hal wajar yang  selalu berhubungan dengan aktivitas kita terutama membuat kita pintar dalam menerima tekhnologi di era saat ini. Dengan teknologi komunikasi, praktisi PR dapat dengan mudah untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan konsumen sasaran, klien, dan berbagai kantor. Penyebaran informasi dan kegiatan kehumasan lain dapat dengan mudah dilakukan melalui media yang tersedia.

Hal penting yang harus Pelaku Public Relations perhatikan dalam menggunakan teknologi komunikasi yang sedang berkembang ini adalah menggunakan teknik yang lebih kompleks dan lebih kreatif seperti annual reports, press releases, telekonferensi, news conference, konferensi pers, advertorial, public tour, atau orasi langsung. Teknik public relation ini juga dipengaruhi siapa dan bagaimana target audience, tergantung dari interest audience yang dimaksud. Hal ini juga mempengaruhi bagaimana bentuk pesan yang disampaikan. Semakin beragam target audience yang dituju, maka teknologi penyampaian pesan pun harus semakim tinggi sehingga dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Indonesia dan Masyarakat Informasi, Implementasi teknologi, Kesenjangan digital dan teori Difusi Inovasi

Saat ini negara-negara maju telah melewati era industri dan era informasi, sedangkan negara-negara berkembang belum menjadi negara industri, namun harus dihadapkan pada era teknologi informasi dan komunikasi. Ini adalah suatu tantangan bagi negara berkembang, di satu sisi harus melaksanakan pembangunan tetapi di sisi lain harus mengejar ketertinggalan dengan negara-negara maju dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dapat menghantarkan suatu negara menjadi negara yang mampu bersaing di era pasar bebas yang semakin kompetitif ini. Maka mau tidak mau, siap tidak siap Indonesia sebagai negara berkembang, sejak dini harus mempersiapkan diri menghadapi era teknologi informasi dan komunikasi apabila tidak mau tertinggal dan kalah bersaing dengan negara lain. Untuk itu masyarakat informasi harus mulai ditanamkan di Indonesia.

Masyarakat informasi atau information society merupakan masyarakat yang aktifitas -kreasi, distribusi, difusi, penggunaan, integrasi serta manipulasinya- terhadap informasi sangat signifikan di bidang ekonomi, politik maupun budaya. Jadi antara knowledge society dengan information society memiliki kesamaan tujuan, yaitu memperoleh keuntungan internasional secara kompetitif dengan memanfaatkan teknologi informasi melalui cara yang kreatif dan produktif dan bila ditilik lebih jauh merupakan transformasi serta kelanjutan dari era masyarakat industri yang sudah berlangsung puluhan tahun.

Hal ini sesuai dengan teori Difusi Inovasi. Difusi Inovasi adalah teori tentang bagaimana sebuah ide dan teknologi baru tersebar dalam sebuah kebudayaan . Teori ini dipopulerkan oleh Everett Rogers pada tahun 1964. Ia mendefinisikan difusi sebagai proses dimana sebuah inovasi dikomunikasikan melalui berbagai saluran dan jangka waktu tertentu dalam sebuah sistem sosial.

 

 

 

Tahapan proses difusi Inovasi:

  1. Kesadaran individu akan adanya inovasi dan adanya pemahaman tertentu tentang bagaimana inovasi tersebut berfungsi. (pengetahuan)
  2. Individu membentuk sikap setuju tidak setuju terhadap inovasi. (Persuasi)
  3. Individu melibatkan diri pada aktivitas yang mengarah pada pilihan untuk menerima atau menolak inovasi. (keputusan)
  4. Individu mencari penguatan (dukungan) terhadap keputusan yang dibuatnya, tapi mungkin saja berbalik keputusan jika ia memperoleh isi pernyataan yang bertentangan. (Konfirmasi)

Namun penerapan teknologi komunikasi di Indonesia tidak bisa dikatakan mudah. Bagi masyarakat mengadopsi sebuah inovasi, karena ada skeptisisme yang datang dari masyarakat. Untuk memakainya perlu mengaturnya sesuai dengan nilai-nilai yang disyaratkan teknokom itu, yang sering berbenturan dengan  nilai-nilai lama masyarakat.

Ada tiga tahap dalam implementasi teknologi komunikasi:

  1. 1.      Redefining, mengatur, menyusun dan bahkan memodifikasi struktur organisasi (bagi lembaga) atau mental serta kebiasaan (bagi individu) untuk keperluan teknokom yang dimaksud
  2. 2.      Clarifying, meyakinkankepada semua anggota (bagi lembaga)  atau diri sendiri (bagi individu) tentang seluk-beluk teknokom  yang dimaksud, sehingga tidak asing lagi
  3. 3.      Pelengkap kehidupan sehari-hari (bagi individu)

Bagi Indonesia dalam memasuki era informasi  memang banyak kendala yang harus dihadapi, terutama masih adanya kesenjangan informasi dan belum siapnya masyarakat dan negara dalam menghadapinya. Dengan adanya masalah tersebut tentu bangsa kita belum dapat bersaing di era global ini. Belum siapnya negara kita dalam menghadapi era informasi adalah karena bangsa kita pada saat ini baru  melaksakan pembangunan. Di samping itu sebagai negara berkembang juga masih kekurangan dana, infrastruktur dan sumber daya manusia yang terampil dan berkualitas.

 

Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka buta huruf dan masih rendahnya minat baca serta masih berkembangnya tradisi lisan, terutama pada masyarakat yang hidup di pedesaan dan  daerah terpencil. Padahal informasi dan pengetahuan biasanya disajikan dalam media bacaan, baik cetak maupun non cetak, seperti buku, koran, majalah, internet dan sebagainya. Namun melek informasi bukan hanya terbatas pada kebiasaan membaca, tetapi lebih dari itu yaitu kesanggupan untuk memahaminya (literasi informasi). Di samping itu juga dengan adanya tradisi yang masih menganggap rendah kedudukan perempuan dari pada laki-laki baik dalam kehidupan rumah tangga, dalam pendidikan maupun dalam mendapatkan pekerjaan yang dapat membuat perempuan tidak berdaya.

Hambatan lain adalah masih adanya kesenjangan informasi dan pengetahuan. Kesenjangan ini dapat terjadi apabila informasi tidak tersebar secara merata kepada seluruh masyarakat dan apabila banyak informasi yang tertutup, sehingga masyarakat mempunyai informasi yang terbatas. Ketidakseimbangan arus informasi tersebut dapat terjadi antara masyarakat kota dan masyarakat pedesaan. Kesenjangan ini disebabkan masih terbatasnya infrastruktur di daerah pedesaan dan daerah terpencil sehingga masih kesulitan untuk mengakses informasi yang mereka butuhkan, sedangkan di perkotaan sumber-sumber informasi itu relatif banyak dan mudah didapatkan.

Perbedaan status sosial seperti ekonomi, pendidikan dan sebagainya juga dapat menyebabkan kesenjangan informasi. Orang kaya cenderung mudah mendapatkan berbagai sumber informasi, sedangkan orang miskin tidak mampu untuk mendapatkan sumber-sumber informasi terebut karena lebih memikirkan ekonominya dari pada memikirkan untuk mendapatkan suatu sumber informasi. Orang yang berpendidikan tinggi juga cenderung mudah mendapatkan sumber-sumber informasi yang mereka butuhkan, sedangkan orang yang berpendidikan rendah akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan informasi.

Adanya berbagai masalah seperti tersebut di atas menyebabkan sampai saat ini masyarakat dan negara kita belum mempunyai empowerment dalam menghadapi era informasi yang sangat kompetitif ini. Untuk menyelesaikan masalah tersebut maka perlu ada perhatian dari semua pihak yang terkait seperti pemerintah, lembaga legislatif, para profesional dan sebagainya. Selain itu keberhasilan memecahkan masalah ini juga sangat tergantung dari partisipasi masyarakat agar selalu aktif mencari dan memanfaatkan informasi yang dibutuhkan serta menyampaikan berbagai keluhan kepada pemerintah apabila mendapat pelayanan informasi yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Dampak positif dan atau negatif dari Teknologi Komunikasi dalam kehidupan masyarakat

Kemajuan teknologi saat ini sangat berkembang pesat dan membantu manusia untuk berinteraksi satu sama lain tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu. Kemudahan yang diberikan oleh teknologi tersebut mencakup banyak hal serta merambah berbagai aspek kehidupan, mulai dari ekonomi, sosial, budaya hingga pendidikan. Pada prinsipnya teknologi ini berkembang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia agar dalam kehidupannya dapat lebih mudah berkomunikasi ataupun melakukan sesuatu. Namun dari segala efek positif yang diterima oleh manusia terdapat pula berbagai efek negative.

  1. Bidang Ekonomi dan Industri

Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain:

  • Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
  • Terjadinya industrialisasi
  • Produktifitas dunia industri semakin meningkat

Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Telah ditunjukkan bahwa segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.

Meskipun demikian ada pula dampak negatifnya antara lain;

  • Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan.
  • Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.

Contoh kasusnya adalah bisnis online shop yang memanfaatkan kemajuan teknologi dalam bidang ekonomi sehingga dapat memudahkan bisnis tanpa terhambat jarak dan waktu.

  1. Bidang Informasi dan Sosial

Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak positifnya antara lain:

  • Masyarakat lebih mudah memperoleh informasi dalam lingkup luas melalui media-media seperti radio, TV, internet dan lain sebagainya.
  • Mudah melakukan komunikasi dengan orang yang tinggal jauh.
  • Hilangnya batasan ruang dan waktu dengan adanya internet membuka peluang baru untuk melalukan pekerjaan dari jarak jauh.

Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu.

Kerahasiaan alat tes semakin terancam melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet.

            Adapun dampak negatifnya adalah:

  • Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face).
  • perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi.
  • Penggunaan TIK yang berlebihan akan membuat kecendrungan untuk menutup diri dari pergaulan.

Akibatnya manusia menjadi malas untuk bersosialisasi dengan teman dan lingkungan sekitar. Dengan fasilitas yang dimiliki oleh HP, maka di zaman yang serba canggih dan modern ini segalanya bisa dilakukan dengan duduk di tempat tanpa perlu beranjak dari tempat duduk dan meninggalkan aktivitas seseorang. Mulai dari mengisi pulsa, transfer uang, memesan tiket, belanja, hingga memesan makanan dapat dilakukan tanpa beranjak dari tempat sedikitpun. Memang akan menjadi lebih mudah tetapi orang akan lebih tidak peduli dengan rasa sosial.

  1.  Bidang Pendidikan

Dampak Positif dari perkembangan teknologi di bidang pendidikan adalah:

  • Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.
  • Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode barn yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
  • Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain

Disamping itu juga muncul dampak negatif dalam proses pendidikan antara lain:
* Kerahasiaan alat tes semakin terancam Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk. Implikasi dan permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut.

  • Penyalahgunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Kita tahu bahwa kemajuan di badang pendidikan juga mencetak generasi yang berepngetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan ilmu komputer yang tingi maka orang akan berusaha menerobos sistem perbangkan dan lain-lain.

Jadi, solusinya adalah kita jangan sampai mengatakan tidak pada teknologi karena jika kita berbuat demikian, maka kita akan ketinggalan banyak informasi. Kita harus mempertimbangkan kebutuhan kita terhadap teknologi, mempertimbangkan baik-buruknya teknologi tersebut dan tetap menggunakan etika, juga tidak lupa jangan terlalu berlebihan agar kita tidak kecanduan dengan teknologi.

Teori Technological Determinism dari Marshall McLuhan

Teori ini dikemukakan oleh Marshall McLuhan pertama kali pada tahun 1962 dalam tulisannya. The Guttenberg Galaxy: The Making of Typographic Man. Asumsi dasar teori ini adalah perubahan yang terjadi pada berbagai macam cara berkomunikasi akan membentuk pula keberadaan manusia itu sendiri. Teknologi membentuk individu bagaimana cara berpikir, berperilaku dalam masyarakat dan teknologi tersebut akhirnya mengarahkan manusia untuk bergerak dari satu abad teknologi ke abad teknologi yang lain. Misalnya dari masyarakat suku yang belum mengenal huruf menuju masyarakat yang memakai peralatan komunikasi cetak, ke masyarakat yang memakai peralatan komunikasi elektronik.

McLuhan berpikir bahwa budaya kita dibentuk oleh bagaimana cara kita berkomunikasi. Pertama, penemuan dalam teknologi komunikasi menyebabkan perubahan budaya. Kedua, perubahan di dalam jenis-jenis komunikasi akhirnya membentuk kehidupan manusia. Ketiga, peralatan untuk berkomunikasi yang kita gunakan itu akhirnya membentuk atau mempengaruhi kehidupan kita sendiri.

Teknologi komunikasi menyediakan pesan dan membentuk perilaku kita sendiri. Radio menyediakan kepada manusia lewat indera pendengaran (audio), sementara televisi menyediakan tidak hanya pendengaran tetapi juga penglihatan (audio visual). Apa yang diterpa dari dua media itu masuk ke dalam perasaan manusia dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari kita. 

Perkembangan Teknologi Komunikasi mempunyai implikasi kepada Karakterisitik dari bentuk komunikasi Interpersonal, Massa, Interaktif

Teknologi merupakan sebuah perangkat untuk membantu aktivitas kita dan  dapat mengurangi ketidakpastian yang disebabkan oleh hubungan sebab akibat yang melingkupi dalam mencapai suatu tujuan. Sebuah teknologi biasanya terdiri dari aspek hardware (perangkat keras) dan software (Perangkat Lunak). Adapun teknologi komunikasi adalah suatu bentuk dari jenis teknologi. Teknologi komunikasi dan informasi sebagai suatu produk dan proses telah berkembang sedemikian rupa sehingga mempengaruhi segenap kehidupan manusia dalam berbagai bentuk aplikasi.

Pengertian dari teknologi Komunikasi (Teknokom) adalah peralatan perangkat keras dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses dan saling tukar informasi dengan individu-individu-individu lain (Rogers, dalam Abrar. 2003). Teknologi komunikasi ini merupakan sebuah alat yang dilahirkan oleh sebuah struktur ekonomi, sosial dan politik. Tentunya dengan membawa nilai-nilai ekonomi, sosial, dan politik tersebut. Dari teknologi komunikasi juga dapat meningkatkan kemampuan indera manusia, khususnya dalam penglihatan dan pendengaran.

Teknologi komunikasi saat ini telah mengalami perkembangan yang pesat. Everett M. Rogers menyebutkan terdapat empat era sejarah singkat perkembangan teknologi komunikasi ini, yaitu:

  •  Era komunikasi tulisan (4000 SM-sekarang)
  • Rogers M Everett memperlihatkan bahwa era tulisan memang yang pertama kali. Era tulisan ini ada beberapa bukti yang di sebutkan dalam buku ini; orang-oang Sumerians menggunakan tanah liat untuk membuat huruf. kemudian pada 1041 SM china menemukan dengan tipe mencetakan huruf dalam buku, dilanjutkan pada 1241 korea menemukan model dengan tipe mencetakan huruf dari tanah liat kedalam logam.

  • Era komunikasi cetak (1456-sekarang)
  • Gunternberg menemukan mesin cetak. Konon katanya Gustenberg menemukan mesin press ini untuk mencetak injil, dalam ruang linkup sempit. Karena pada saat itu belum banyak orang yang bisa baca.  Pada tahun 1833, ketika Bunyamin Day meluncurkan surat kabar New York Sun, yang digunakan secara besar-besaran (masal) disambung pada tahun 1839 Daguerre melakukan praktek photografinya untuk digunakan dalam koran. pada zaman dahulu, teknologi untuk memperbanyak buku dilakukan secara manual, yaitu dengan tangan. Selain kemunculan mesin cetak, perkembangan media cetak didukung oleh meningkatnya tingkat kemampuan orang untuk membaca dan mengerti berbagai jenis informasi.

  • Era telekomunikasi (1844-sekarang)
  • Samuel Morse mentransmisikan pesan melalui telegraf pertama kali Alexander Graham Bell mengirimkan pesan melalui telepon pertama kali. Teknologi komunikasi menfasilitasi komunikasi antar individu atau kelompok orang yang tidak bertemu secara fisik di lokasi yang sama. Teknologi komunikasi dapat berupa telpon, telex, fax, radio, televisi, audio video’ electronic data interchange and e-mail

  • Era komunikasi interaktif (1946-sekarang).
  • Teknologi interaktif yang ada saat ini telah mengubah hubungan antara konsumen dengan pihak perusahaan. Terdapat lima contoh spesifik dari teknologi interaktif yang digunakan oleh pemasar. Para pemasar telah menemukan cara untuk  menyesuaikan teknologi ini dengan strategi pemasaran yang berfokus pada keuntungan konsumen. Cross dan Smith menyebutkan teknologi yang memfasilitasi konsumen dan pemasar ini antara lain magnetic card readers atau kartu magnetik, interactive voice response systems atau sistem respon suara interaktif, buletin elektronik, internet, dan fax-on-demand

    Peningkatan kapasitas manusia dalam hal melihat dan mendengar inilah yang lebih merupakan teknologi komunikasi dan sangat mempengaruhi aktivitas komunikasi. Di dalam masyarakat, perkembangan teknologi komunikasi menghasilkan beberapa isu yang diantaranya  adalah Globalization (globalisasi), Digital Divide (kesenjangan digital), dan Information Gap (poor information society versus rich information society ). Dari perkembangan teknologi komunikasi ini sudah pasti akan mempunyai implikasi terhadap karakteristik bentuk komunikasi interpersonal, komunikasi massa, dan komunikasi interaktif.

    Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan kepada pihak lain untuk mendapatkan umpan balik, baik secara langsung (face to face) maupun dengan media. Berdasarkan definisi ini maka terdapat kelompok maya atau faktual (Burgon & Huffner, 2002). Contoh kelompok maya, misalnya komunikasi melalui internet (chatting, face book, email, etc.). Berkembangnya kelompok maya ini karena perkembangan teknologi media komunikasi.

    Komunikasi Massa adalah jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat di terima secara serentak dan sesaat (Jalaluddin Rakhmat). Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa bahwa komunikasi massa merupakan proses menyampaikan dan membuat sebuah pesan yang disampaikan kepada luas melalui suatu organisasi. Pesan tersebut dapat disampaikan secara serempak dan tidak dapat dilakukan oleh perorangan, melainkan harus oleh lembaga, dan  membutuhkan suatu teknologi tertentu, sehingga komunikasi massa akan banyak dilakukan oleh masyarakat industri. Pada awalnya komunikasi massa hanya dilakukan melalui surat kabar dan majalah saja. Tetapi sejak kemunculan komputer yang di kemudian hari terus mengembang dan akhirnya lahirlah fasilitas internet. Internet adalah sejenis media massa yang agak baru.

    Komunikasi interaksi adalah proses penyampaian pesan atau informasi dari komunikator kepada komunikan melalui media dengan cara berinteraksi langsung. Komunikasi interaktif didukung dengan adanya media interaktif seperti televisi dan radio. Media interaktif adalah media yang diapakai untuk saling tukar informasi, baik untuk keperluan hiburan, pendidikan, bisnis yang menggunakan komputer, terminal vidiotek, telepon atau layar televisi (weiner,1996) Feed back yang didapat juga langsung dapat diterima. Hal ini menunjukkan bahwa perangkatkomunikasi berteknologi modern telah mampu memberikan utilitas yang beragamdan dioperasikan sesuai degan kebutuhan spesifik dari penggunanya.